Tradisi mudik Lebaran memang selalu menjadi fenomena yang menarik, tidak hanya sebagai momen budaya dan sosial tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang signifikan.
Kondisi ini menurut Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Wihadi Wiyanto, menunjukan geliat mudik tahun ini mencerminkan kondisi ekonomi yang masih kuat, dengan berbagai sektor yang ikut terdampak positif.
“Mudik kali ini memberikan efek ekonomi yang nyata. Pariwisata, industri makanan dan minuman, serta transportasi mengalami peningkatan signifikan. Ini membuktikan bahwa kondisi ekonomi kita masih dalam kendali yang baik,” ujar Wihadi dalam keterangannya, Selasa (1/2).
Sebagai anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, Wihadi menjelaskan bahwa sektor transportasi, akomodasi, kuliner, pakaian, oleh-oleh, dan rekreasi menjadi pilar utama yang terdampak positif dari arus mudik tahun ini. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, roda perekonomian daerah pun ikut berputar.
Lebih lanjut, Wihadi menekankan bahwa dampak ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas mudik akan lebih jelas terlihat setelah periode Lebaran berakhir.
“Setelah Lebaran, kita bisa melihat secara lebih konkret bagaimana mudik ini berdampak pada ekonomi nasional. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa kekhawatiran sebelumnya tentang ketidakstabilan ekonomi sebenarnya tidak terbukti. Indonesia masih dalam kondisi yang baik,” tambahnya.
Sejumlah pihak sebelumnya sempat memperkirakan bahwa perekonomian Indonesia akan mengalami perlambatan. Namun, menurut Wihadi, realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya.
“Prediksi sebelumnya tidak terbukti. Justru dengan meningkatnya aktivitas mudik, terlihat bahwa ekonomi tetap stabil,” pungkasnya.
Dengan pergerakan ekonomi yang tinggi selama musim mudik, diharapkan momentum ini dapat menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa bulan ke depan.
Post a Comment